Kepala Pos Polisi Senayan Ajun Komisaris Mustakim mengatakan, korban berusia sekitar 20 tahun. "Korban adalah pengunjung mal. Dia masih bernapas ketika ditemukan setelah jatuh. Petugas langsung membawa korban ke RS Pelni Petamburan," ucap Mustakim.
JAKARTA, KOMPAS.com Perempuan muda yang jatuh di Grand Indonesia West Mall diduga sengaja bunuh diri. Hal tersebut dikatakan Koentjoro Noerwibowo, Corporate Secretary Grand Indonesia, saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian pada Senin (30/11) sore berdasarkan rekaman CCTV.
"Setelah kami lihat dari CCTV, ternyata yang bersangkutan menjatuhkan diri," ujarnya. Dari rekaman itu, sebut Koentjoro, saat kejadian, di sebelah korban tidak terlihat ada orang lain yang mendorong. Menurutnya, korban terlihat seperti dengan sengaja melangkahkan kaki kanannya keluar pagar pembatas di lantai lima.
Korban jatuh dari lantai lima dan langsung menghujam ke lantai upper ground (UG) kemudian tersangkut di pagar ekskalator. Korban tewas di tempat dan telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Saat dibawa dari sini, korban sudah tidak bernyawa," kata Koentjoro.
Saat ini, tempat kejadian perkara telah dipagari garis polisi oleh petugas Polsek Tanah Abang Jakarta Pusat dan sementara pengunjung tidak diperbolehkan melintas. Saat ini, identitas korban belum diketahui. Ciri-ciri korban diperkirakan berusia antara 23 dan 24 tahun, berambut hitam sebahu, serta mengenakan kaus kuning dan celana jins warna hitam.
* sekilas itu adalah kisah yang terjadi pada hari senin 30 november 2009 lalu..persoalan yang didasarkan pada tidak disetujui nya hubungan mereka (sampai sekarang kabar yang terdengar seperti itu)
Sebegitu individualistiskah manusia saat ini, ketika akhirnya mereka tidak menemukan seseorang yang tepat untuk membantu permasalahan mereka..dunia penuh dengan peralatan modern (mungkin) telah melupakan apa yang dinamakan komunikasi antar pribadi.
Komunikasi yang intim antara 2 pihak atau lebih untuk membicarakan sesuatu permasalah dan dicari jalan keluarnya. komunikasi yang saat ini telah di gantikan oleh teknologi - teknologi yang begitu modern sehingga kita melupakan komunikasi tatap muka..komunikasi dmana secara tidak langsung emosi bermain. Terdengar simpel mungkin tapi akan terasa berbeda jika kita melihat ekspresi yang di timbulkan atas respon dari kalimat - kalimat yang dilontarkan.
Tapi, jika manusia itu merasa tidak mampu lagi..hanya kepadaNYA lah dia dapat meminta bantuan..kata - kata penyemangat yang mungkin terdengar basi..tapi itu benar adanya..ada pepatah mengatakan Allah tak akan memberikan cobaan yang tak dapat dilewati oleh umatNYA..lalu bagaimana dengan kasus ini??
Tersesat.tidak tahu harus kemana..dan tidak ada seseorang yang mendukungnya atau berada disampingnya menemani kebingungannya..kehilangan
banyak kisah seperti ini yang terjadi dengan berbagai macam penyebabnya..tp satu poin ujungnya..KOMUNIKASI..harus terjadi 2 arah..
karena manusia itu bukanlah tembok juga bukanlah robot yang tidak mengerti akan rasa
dan karena manusia berkomunikasi dengan manusia bukan dengan tembok ataupun robot yang tidak dapat memberikan feed back.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar